Home  / Pendidikan
Hadiri Seminar di TK Aisyiyah, Kadisdikbud Meranti Bicara Soal 8 Standar Pendidikan
Sabtu, 14 September 2019 19:51
MERANTI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kepulauan Meranti, Drs H Nuriman Khair, hadir dalam kegiatan seminar yang ditaja Keluarga Besar Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Sabtu (14/9/2019) sore.

Nuriman tiba TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Jalan Masjid Taqwa, Kelurahan Selatpanjang Selatan, sekitar pukul 14.00 Wib. Ia didampingi Kasi Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kepulauan Meranti, Nurhayanto.

Seminar dengan tema "Sukses Menjadi Guru Kreatif" itu, diikuti puluhan guru TK dan PAUD se-Kecamatan Tebingtinggi. Dengan menghadirkan pemateri dari Kota Pekanbaru, yakni Rahma MSi, yang juga selaku Ketua Dikdasmen Aisyiyah Provinsi Riau.

"Seminar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT TK ABA ke-1 abad," ungkap Suryati, Pimpinan Aisyiyah Kepulauan Meranti.

Dikatakannya, TK ABA yang berada di bawah naungan Aisyiyah atau organisasi muhammadiyah, di Indonesia sudah berjumlah ribuan. Dan di Kepulauan Meranti, terdapat 5 TK dan 6 KB. Diantaranya di Kampung Baru, Rintis, Sungai Tohor, Kundur, dan Tanjung Gemuk.

"TK Aisyiyah itu memiliki tiga pilar pembangunan dalam pendidikan kanak-kanak. Yakni Iman, ilmu dan amal," ujarnya.

Kadisdikbud Kepulauan Meranti, H, Nuriman Khair, dalam penyampaiannya memberikan pencerahan tentang wajibnya dunia pendidikan.

Dikatakan Nuriman, untuk memajukan dunia pendidikan itu ada delapan standar yang harus dipenuhi. Diantaranya, standar isi, standar kompetensi kelulusan, standar proses pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, standar penilaian pendidikan, dan standar pendidik dan tenaga kependidikan.

"Bisa memenuhi delapan standar pendidikan itu bagus. Namun, dalam menghadapi era industry 4.0 ini, tiga komponen ini perlu menjadi perhatian kita. Pertama sikap, prilaku dan akhlak, kemudian pengetahuan, dan keterampilan," bebernya.

Menurutnya, anak harus diajarkan sikap, prilaku dan akhlak yang bagus. Misalnya sebagai seorang umat Islam, anak tersebut harus berprilaku sesuai syariat agama islam. Kemudian juga dibekali dengan ilmu pengetahuan, dan terampil dalam berpikir.

"Saya sering mengingatkan, bahwa selain menamkan karakter dan akhlak yang bagus, guru juga harus meningkatkan kompetensi. Ikuti program peningkatan profesi guru," jelas dia. Memajukan pendidikan itu, kata Nuriman, memang tanggung jawab pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah. Namun, secara internal kemajuan pendidikan itu tidak terlepas dari satuan pendidikan di sekolah, terutama kapala sekolah, guru dan pengawas.

"Karena itu, guru harus menguasai materi pembelajaran yang akan diajarkan kepada anak didik. Setidaknya disiapkan tiga hari sebelum pembelajaran berlangsung," pungkasnya. (rls)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.siakone.com


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!